Aktif Belum Tentu Produktif

Jangan samakan aktifitas dengan efisiensi.
Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur. (1 Korintus 14:40)


Alkisah, manajer sebuah tim bisbol liga kecil menjadi sangat kesal pada penampilan pemain tengahnya. Dari tempat di mana ia duduk di tempat duduk pemain, yang ia lihat hanyalah lari-lari berkeliling dan tangkapan-tangkapan yang luput - aktivitas, namun tidak banyak produktivitas.

Si pemain tengah tampaknya "menghilang" ke sisi lapangan yang salah - di sana, namun tidak mempunyai efek apa pun. Si manajer akhimya menyuruh si pemain tengah duduk dan mengisi sendiri posisi itu!

Bola pertama yang datang ke arahnya terlempar dengan buruk dan menghantam si manajer tepat di mulutnya. Pukulan berikutnya adalah bola yang melayang tinggi ke tengah, yang luput ditangkap si manajer karena silaunya sinar matahari. Bola itu mengenai dahinya. Bola ke tiga yang datang ke arahnya merupakan hasil pukulan keras yang disambutnya dengan gagah berani, namun malah membubung tepat di atas tangannya yang terulur.

Mengalami semuanya itu, si manajer berlari kembali ke tempat duduk pemain; mencengkeram baju seragam si pemain tengah, dan berteriak, "Kamu membuat lapangan tengah begitu berantakan sampai aku sekalipun tidak dapat melakukan apa-apa!"

Efisiensi bukanlah masalah gerakan yang berlebihan. Efisiensi adalah masalah melakukan hanya gerakan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Salah satu sifat yang membuat seorang pemimpin menjadi seorang pemimpin adalah mengetahui gerakan-gerakan apa yang harus dilakukan.

Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin.

No comments:

Bacaan Lain :