Bekerja dan Berdoa

Yang penting bukanlah seberapa banyak waktu yang Anda gunakan, melainkan seberapa banyak yang Anda lakukan dalam waktu itu.
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (Efesus 5:15-16)


Seorang dokter bedah di sebuah rumah sakit di kota besar memiliki kebiasaan meminta waktu untuk sendirian saja selama beberapa menit sebelum ia melakukan operasi. la memiliki reputasi luar biasa sebagai seorang dokter bedah, dan salah satu dokter muda yang sering bekerja dengannya bertanya-tanya apakah mungkin ada kaitan antara kebiasaan ini dengan keberhasilan si dokter bedah.

la bertanya kepada dokter bedah itu tentang kebiasaannya dan si dokter bedah menjawab, "Ya, ada kaitannya. Sebelum setiap operasi, saya meminta sang Tabib Agung untuk menyertai saya, untuk menuntun tangan saya saat keduanya bekerja. Ada kalanya ketika saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan berikutnya dalam sebuah pembedahan, dan kemudian datang kekuatan untuk melanjutkan - kekuatan yang saya tahu berasal dari Tuhan. Saya tidak akan pernah berpikir untuk melaksanakan sebuah operasi tanpa meminta pertolongan-Nya."

Kata-kata si dokter bedah segera menyebar luas ke seluruh rumah sakit, dan kemudian ke seluruh negeri. Suatu hari seorang ayah membawa putrinya ke rumah sakit itu, bersikeras bahwa satu-satunya dokter yang ia izinkan menyentuh putrinya adalah dokter yang bekerjasama dengan Tuhan.

Salah satu unsur terbesar yang dapat dimasukkan seseorang ke dalam jam-jam kerjanya, tanpa menghiraukan bidang di mana ia berkecimpung, adalah doa. Apa yang memotivasi Anda untuk melakukan pekerjaan Anda? Apa yang memberi Anda tenaga untuk melakukan yang terbaik?

Ambillah waktu untuk menyerahkan pekerjaan Anda kepada-Nya dalam doa. Anda akan mendapati bahwa waktu itu dihabiskan dengan baik, saat la menolong Anda meraih lebih banyak.

Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin.

No comments:

Bacaan Lain :